MIND of Motivator

April 11, 2007

RIGHT Action

Filed under: Uncategorized

JUST RIGHT ACTION IN THE RIGHT CHANCE

Oleh: Risyanto Aris (lifeskill motivator)

 
Siapa yang tidak takjub menyaksikan pelangi terbentang indah di salah satu belahan langit. Bentuknya yang hanya menyerupai setengah lingkaran membuatnya lebih sedap dipandang orang yang memandangnya. Apalagi tampilannya yang begitu alami berupa tekstur gradasi warna lembut dan ‘perfect’ menjadikan orang-orang yang menyadari kehadirannya tak akan melewatkan barang sebentar untuk menikmatinya. Tak jarang yang memberikan komentar “Waah…, pelangi. Indah sekali”. Tentu dengan rona wajah yang senang dan puas. Bahkan sesekali ada orang yang segera membuka dan mengaktifkan handphone-nya “Mama. lihat dech Ma. Dilangit sebelah timur. Ada pelangi yang indah banget. Mama bisa liat ga’ dari situ?”

Pelangi. Kehadirannya memang tidak lama. Namun, tidak dapat disangkal bahwa kemunculannya yang sebentar itu mampu memberikan efek ‘kejut’ bagi kebanyakan orang. Walaupun ekpresi orang-orang yang melihatnya sangat variatif dari mulai yang bersorak girang hingga yang memendam datar-datar saja. Minimal ada desir rasa ‘beruntung’ sempat menyaksikan bianglala yang muncul tidak sembarang waktu.

Kemunculan pelangi memang tak dapat di pastikan. Meski secara ilmiah diketahui bahwa pelangi terbentuk akibat bias cahaya matahari yang dipendarkan oleh partikel air di langit, akan tetapi tidak setiap hari dimana matahari bersinar terang atau hujan turun dengan lebat menjadi jaminan bahwa pelangi akan menampakkan diri. Juga tidak mesti nampak sesaat sebelum atau sesudah hujan baik lebat maupun gerimis. Sekalipun terjadi kombinasi antara hujan dan matahari, itu pun belum menjadi jaminan ‘merah-kuning-hijau’ tersebut akan muncul.

Pelangi muncul hanya ketika saat matahari pada posisi yang ‘tepat’ dan rintik hujan juga pada posisi dan kondisi yang tepat pula. Dimana kelembaban dan intensitas udara juga harus dalam kondisi yang mendukung.

Menjabarkan dalam kehidupan sehari-hari filosofi tentang kemunculan pelangi sebagaimana dipaparkan di atas adalah sebuah langkah yang cerdas. Jika menempatkan diri pada sudut pandang pelangi yang mampu menjadi ‘play maker’ bagi pihak lain, maka dengan melakukan hal yang sama kita tidak perlu ngoyo ‘memeras’ tenaga dan waktu untuk mengejar sebuah tahap keberhasilan.

Kita hanya perlu menata kesempatan dan merancang action untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan. Tidak harus memaksakan diri berenang di air keruh yang bergelombang sementara kita tahu bahwa kali lain air tersebut bisa berubah jernih dan berarus tenang. Kita juga tidak perlu keliling kampung di pagi hari untuk mengumumkan terbitnya matahari, atau berpeluh keringat menghilangkan ombak dilautan.

Oleh karena itu, agar dapat melakukan aksi yang optimum maka harus jeli mengurangi bahkan menyingkirkan pemborosan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan ikan-ikan kecil saja. Kita harus pintar memanfaatkan saat istirahat untuk istirahat yang efektif, dan menggunakan waktu aksi untuk aksi-aksi yang berprestasi. Sebab stamina psikologis seseorang juga memiliki titik-titik jenuh, karenanya harus dikombinasikan dengan cermat dan tepat. Jangan sampai kita mengeluarkan pengorbanan yang besar untuk hasil yang tidak seberapa. Serta sebaliknya, kita justru melakukan tindakan sekedarnya untuk tujuan besar yang sesungguhnya menuntut pengorbanan besar pula.

Kesempatan yang menghampiri kita tidak selalu cukup memadai untuk melakukan sebuah langkah besar. Tanpa harus melewatkannya, kita perlu menata dan merangkai kesempatan dan peluang itu menjadi sebuah potensi yang lebih besar. Di samping itu, kita juga harus memilih dan menentukan sebuah tindakan yang tepat sesuai dengan kesempatan dan kondisi yang mendukungnya. Karena bukan waktunya memejamkan mata saat mengemudikan kendaraan dan bukan waktunya membuka mata ketika saatnya tidur.

Praktisnya, filosofi pelangi di atas dapat menjadi sebuah inspirasi bagaimana sebaiknya kita melakukan aksi-aksi strategis yang tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga hanya dengan kemunculan yang sewaktu-waktu, orang lain justru menunggu-nunggu kehadiran kita. Dan pada saatnya kita keluar ke kancah ‘pertarungan’, maka kita pun keluar dengan penampilan yang sempurna, tenaga yang prima, pemikiran yang fresh, bekal yang memadai, dan output yang layak jual. Dengan demikian keberhasilan hanya menunggu waktu, sedangkan kita meraihnya tanpa harus babak belur. Kita hanya perlu melakukan right action in the right chance.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://lmminds.blogsome.com/2007/04/11/right-action/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer