Salmon SPIRIT
THE SALMON SPIRIT
Oleh: Risyanto Aris (lifeskill motivator)
Arah perjalanan hidup ini tak selalu sesuai dengan arah yang diinginkan. Saat menghendaki jalan yang ditempuh menuju ke suatu arah, namun ditengah jalan kondisi memaksa harus memutar haluan ke arah yang lain. Dan tidak jarang harus memutuskan berbalik arah demi mendapatkan tujuan-tujuan tertentu.
Begitu pula dengan apa yang kita jalani. Sering kali apa yang kita impikan atau cita-citakan berada pada posisi yang tidak mudah untuk dijangkau, bahkan mungkin sesuatu yang seolah mustahil. Kemustahilan itu bisa timbul karena sukar dan jauhnya jalan yang harus ditempuh. Banyaknya rintangan yang harus dilalui. Sedikitnya bekal dan kecilnya peluang serta kesempatan untuk bertahan sampai di tujuan. Atau bisa juga disebabkan oleh sangat-sangat sedikitnya orang yang mau menempuh jalan yang hendak kita tempuh karena banyaknya resiko apalagi nyawa yang harus dipertaruhkan.
Namun ada satu prinsip yang harus dipahami oleh setiap orang. Yaitu bahwa tidak ada satu pun pintu kesuksesan yang terbuka tanpa peluh dan keringat, dan tak akan ada keberhasilan tanpa perjuangan gigih yang tidak mengenal lelah. Karena hidup ini bukan lah cek kosong yang dapat kita cairkan kapan pun kita mau. Sebab dunia ini hanyalah sebuah ladang yang baru akan menghasilkan ketika kita telah mengolahnya dengan baik dan tekun.
Berkaca kepada Ikan Salmon
Salmon Pasifik adalah ikan yang hidup di lautan dengan lingkungan air yang memiliki kadar garam tinggi dan gelombang yang dahsyat. Uniknya, ikan Salmon ditetaskan di dalam air tawar yang jauh dari lautan. Ikan salmon juga tidak sekedar menetas di air tawar saja, akan tetapi Salmon ditetaskan tidak disembarang air tawar. Salmon hanya ditetaskan di hulu sungai yang terletak ratusan bahkan ribuan kilometer dari bibir pantai. Jarak yang sungguh sangat jauh untuk ditempuh seekor ikan, bahkan manusia sekalipun.
Beberapa waktu setelah mengalami penetasan, Salmon kecil pun mulai melakukan perjalanan pertamanya mengarungi sungai yang berkelok dari hulu di daerah pegunungan hingga ke hilir dan kemudian lautan lepas. Dari lingkungan air tawar menuju lingkungan yang bergaram pekat. Perjalanan menakjubkan yang sulit dipahami.
Namun, ada satu peristiwa yang jauh lebih menakjubkan dari perjalanan Salmon kecil sampai di dunia baru ke lautan lepas. Yaitu perjalanan ‘pulang’ Salmon dewasa ke hulu tempat awal mula mereka ditetaskan oleh induknya untuk memasuki gilirannya bertelur dan memijah, di hulu sungai yang sangat jauh.
Tidak hanya sulitnya faktor jarak yang harus ditempuh. Namun yang membuatnya jauh lebih sulit adalah karena perjalanan yang harus ditempuh adalah dengan cara melawan arus. Salmon harus melalui sungai yang tidak hanya berarus deras, tetapi juga berbatu dan berkelok-kelok. Tidak hanya itu, Salmon juga harus melewati derasnya air terjun dan tebing yang tinggi. Artinya, Salmon harus mengalahkan arus air dan gaya gravitasi bumi yang tidak kalah sulit. Benar. Untuk berhasil sampai ke hulu maka ikan Salmon mesti mampu menaklukkan air terjun yang dalam hitungan manusia sekalipun sangat mustahil untuk dilakukan.
Namun kenyataannya Salmon Pasifik hingga saat ini masih tetap ada. Fakta ini menjelaskan kepada kita bahwa proses ‘kembalinya’ Salmon ke hulu tempat dirinya ditetaskan dan untuk menetaskan keturunan berikutnya terus terjadi hingga saat ini. Fakta ini menggambarkan bahwa mereka adalah para petualang tangguh yang ’selalu’ berhasil mengalahkan rintangan. Sebagaimana yang salah satunya terjadi di hulu Sungai Rhine, dekat Strassbourg, di perbatasan antara Jerman dan Perancis.
Terlepas dari insting alamiah yang dimiliki ikan-ikan Salmon tersebut dan ‘rancangan’ alam yang memang sudah harus demikian, terdapat pesan-pesan luar biasa yang seharusnya dapat di sadari oleh manusia yang dilengkapi dengan akal dan jiwa, yaitu: keberanian, optimisme, dan pantang menyerah meski nyawa menjadi taruhannya.