Meledakkan Potensi
MELEDAKKAN POTENSI DIRI
Oleh: Risyanto Aris (lifeskill motivator)
Setiap orang mengakui dan menyadari bahwa manusia diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu manusia pun yang dilahirkan ke dunia ini dengan tanpa kemampuan dan kelebihan, meski tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki banyak kekurangan.
Tuhan menciptakan manusia penuh keadilan dan keseimbangan, walaupun sebagian kecil diantaranya ’seolah’ diciptakan dengan seribu satu cacat dan kekurangan. Hal itu hanya merupakan sarana pengingat bagi manusia lain yang tercipta dengan kelengkapan fisik agar bersyukur dan mau memberdayakan potensi ‘kesempurnaannya’ ke arah yang lebih baik. Banyak contoh yang bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil kabaikan di dalamnya.
Tidak sedikit hidup ditengah masyarakat orang-orang yang cacat secara fisik tetapi mampu mandiri dan bahkan membuat prestasi yang terkadang melebihi orang normal kebanyakan. Diantara mereka ada yang berprestasi dan menjadi terkenal baik lewat seni, teknologi, atau karya-karya lain yang membuat hidup mereka terdongkrak dan lebih bermakna. Kelemahan tidak menghalangi mereka untuk berbuat lebih baik dan istimewa.
Wajah yang tidak ‘menjual’ karena tidak tampan atau tidak cantik juga tidak selalu menjadi kekurangan. Banyak entertainer yang kurang tampan dan kurang cantik tetapi meraih kesuksesan, baik dari sisi finansial maupun ketenaran. Karena sebagian kekurangan dari fisiknya justru menjadi aset rmiliaran rupiah.
Seringkali kita merasa bahwa diri kita adalah seorang yang tidak memiliki potensi apa-apa. Atau jika sedikit menyadari kalau ada sesuatu yang positif pada dirinya, terkadang merasa bahwa itu semua masih terlalu kecil untuk melejitkan diri menjadi seorang yang sukses. Apalagi untuk sampai kepada berlimpahnya kesenangan dan kekayaan. Sepertinya masih jauh sekali dan sangat tidak mungkin.
Belum lama ini kita dikejutkan kembali dengan bencana banjir yang ‘menenggelamkan’ Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Air bah menggelontor seakan tidak ada habisnya menggenangi hampir setiap sudut kota. Arus transportasi dan denyut perekonomian macet total. Perkantoran dan perusahaan pun sebagian besar tutup. Disamping itu, dibeberapa tempat listrik dan sambungan telepon pun mati. Tak pelak kerugian materi melayang luar biasa besarnya.
Alam selalu menunjukkan inspirasi yang luar biasa. Bukan kepada persoalan banjirnya, apalagi imbas kerusakannya. Tetapi coba perhatikan di atas sana. Terbentang langit biru yang demikian luas tanpa penopang, yang tersusun atas lapisan-lapisan. Lalu apa kaitannya antara langit biru dan banjir bandang? Memangnya ada apa dengan langit?
Jutaan galon air yang menggenangi Jakarta hingga menutupi atap rumah di titik-titik tertentu itu tidak lah datang secara tiba-tiba. Air tersebut juga tidak datang sekonyong-konyong menyembur dari dalam bumi. Apalagi keluar dari lereng-lereng gunung dalam jumlah sebanyak itu. Akan tetapi, air itu merupakan kumpulan rintik hujan yang mengguyur daratan. Dan tetes air hujan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari langit.
Bisakah dibayangkan seandainya, jutaan galon air yang menggenangi Jakarta beberapa saat lalu itu dalam bentuk fisiknya yang sama dengan genangan air banjir melayang-layang di udara? Atau bagaimana seandainya hujan turun tidak dalam wujud rintik air yang jatuh satu demi satu tetapi bagai air terjun yang jatuh dari langit? Dapat dipastikan akan timbul puluhan ribuan korban terkapar dan kerusakan bangunan-bangunan
Air bah di atas hanyalah berawal dari kumpulan partikel air yang menguap ke atmosfir bumi oleh terik matahari Melayang-layang dengan ringannya.Jutaan triliun partikel itu oleh proses kondensasi alami menyatu satu dengan yang lainnya. Bergerak dalam bentuk awan yang bergumpal-gumpal dari satu tempat ke tempat lainnya. Hingga pada satu kondisi tertentu jatuhlah kumpulan awan itu ke bumi dalam bentuk rintik hujan. Suatu proses yang demikian sederhana, akan tetapi sedikit orang mampu menangkap pesan eksplisit yang luar biasa. Kenapa tidak belajar dari kisah banjir dan langit diatas?
Partikel air yang menguap dan melayang-layang di udara itu ibarat potensi yang ada dalam diri kita. Sangat kasat mata dan sulit kita sadari keberadaannya. Hal ini menyebabkan lemahnya kemauan seseorang untuk mengolah apa yang dimilikinya menjadi jalan meraih keberhasilan. Apalagi agar lebih dari itu, yaitu mencapai kelimpahan kekayaan dan kesuksesan. Sepertinya sesuatu yang sangat tidak mungkin. Karena mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya tidaklah berarti dan tidak mencukupi untuk melakukan ledakan kesuksesan.
Bukankah partikel air yang demikian kecil mampu mendatangkan banjir bandang? Sungguh alam telah memberi inspirasi bagaimana meledakkan potensinya. Oleh karena itu, kita hanya perlu menggali dan berfikir apa yang harus dilakukan untuk dapat meledakkan potensi diri kita? Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:
1. Mulailah dengan Mengenali Potensi Diri.
Mulailah mengenali kelebihan positif yang ada dalam diri. Sekecil apapun itu adalah aset yang sangat bernilai buat kita. Apalagi, kita harus meyakini bahwa potensi yang sesungguhnya kita miliki jauh lebih banyak dari apa yang kita sadari. Oleh karena itu, kelebihan yang kita sadari hendaknya bisa menjadi pembuka bagi potensi-potensi lain yang masih berserakan.
2. Mulailah Mengasah dan Menata Potensi.
Jangan ragu untuk mulai melakukan tindakan besar dari apa yang kita miliki. Seekor anak kucing yang baru dilahirkan pun tak pernah surut me-’ngeong’ dengan mulut yang dimilikinya. Ia juga tak pernah patah semangat untuk mulai terus merangkak dengan kaki dan cakar mungilnya. Begitu pula seekor anak unta yang sudah mulai bisa berjalan di hari pertama kelahirannya. Rasanya terlalu berlebihan jika seorang manusia yang dibekali dengan akal dan pikiran terlalu cepat menyerah.
Potensi yang ada memang harus kita tata dengan baik. Sebab, seberapa besar yang bisa kita perbuat tergantung dari kerapian menata potensi diri. Kita perlu mempersiapkan alat bantu untuk mulai langkah pertama memberdayakan potensi kita ke ranah publik. Dengan penataan yang optimal, yakinlah bahwa kemampuan diri kita akan diakui dan diterima oleh orang lain.
3. Mengatur Strategi Pemberdayaan.
Kita tidak perlu menunggu sampai memiliki mobil untuk dapat menaiki mobil. Dan kita pun tidak harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk memulai usaha. Karena yang kita perlukan adalah mengatur strategi memberdayakan potensi yang kita miliki.
Menyinggung kisah hujan di atas, proses turunnya rintik hujan ke bumi pun dapat kita ‘maknai’ sebagai sebuah strategi. Air hujan turun ke bumi dalam rupa rintik-rintik air yang sangat banyak, merata, dan secara ‘bertubi-tubi’ serta berkesinambungan. Bukan dalam bentuk aliran air sebagaimana air terjun yang deras meluncur dari ketinggian. Atmosfir perlu energi yang sangat besar untuk mendorong terjadinya proses kondensasi alamiah dari partikel air menjadi butiran air. Apalagi untuk menjadi aliran air seperti aliran air di sungai, tentu butuh waktu yang sangat lama dan barangkali ‘tidak mungkin’.
Maka, kita pun dapat memahaminya dengan pelajaran yang sama. Kita dapat memberdayakan potensi kita dengan apa yang benar-benar dapat dan mampu kita lakukan. Tidak mengapa dari hal-hal yang kecil asalkan konsisten dan terus menerus. Karena lantai ke-100 tak akan mungkin ada tanpa lantai pertama.
4. Mengembangkan Lintas Potensi
Keberhasilan-keberhasilan kecil yang dapat dengan mudah kita raih, sudah barang tentu akan membuat kita lebih percaya diri dan menjadi lebih yakin untuk melakukan aksi yang lebih besar. Di lain hal, kita juga akan semakin mudah membaca potensi-potensi kita yang lain. Sebagaimana langkah awal, maka kita dapat mengasah dan mengoptimalkan hal-hal positif yang kian kita sadari ada pada diri kita. Dan bukan tidak mungkin, kesuksesan-kesuksesan yang lain pun akan dapat kita raih.
5. Melakukan Sinergi Dahsyat
Ini adalah langkah klimaks untuk menentukan langkah besar. Hanya dengan langkah besar saja tujuan besar dapat kita raih. Tidak sedikit kisah sukses seseorang tertopang oleh keberhasilan-keberhasilannya dalam beragam bidang. Seorang entertainer kondang dengan keseriusannya dapat sukses membuka usaha resoran. Atau seorang pemilik usaha bakso dapat untung besar karena berhasil menulis buku fenomenal.
Selalu ada nilai positif ketika dapat menggabungkan potensi dan kelebihan yang kita miliki. Sebagaimana 2 orang akan lebih baik dari satu orang, dan 5 orang akan lebih baik dari 3 orang. Maka harus yakin bahwa sinergi dari ragam kemampuan yang kita punyai akan menjadi ledakan dahsyat.
Dari ulasan di atas dapat ditemukan benang merahnya. Bahwa ledakan kesuksesan hanyalah merupakan salah satu klimaks tangga keberhasilan yang dapat kita raih ketika dapat men-sinergikan semaksimal mungkin potensi-potensi yang kita miliki. Dan ledakkan kesuksesan tidak mungkin dapat kita raih tanpa usaha sungguh-sungguh untuk meledakkan segenap potensi diri. Oleh karena itu, segeralah mengatur langkah untuk memulai langkah pertama meledakkan potensi!