MIND of Motivator

March 15, 2007

Mencetak Mimipi

Filed under: Uncategorized

MENCETAK MIMPI JADI KENYATAAN

Oleh : Risyanto Aris (Lifeskill Motivator)

 
Anda pernah menyaksikan film ‘Around The World in 80 days’ yang dibintangi aktor kawakan Jackie Chan dan Steeve Coogan? Film yang diangkat dari novel klasik Jules Verne itu menceritakan tentang obsesi dan mimpi ‘gila’ seorang professor muda bernama Phileas Fogg yang hidup di abad 19. Rumah tinggalnya yang disulap menjadi laboratorium raksasa membuat dirinya dikucilkan oleh seluruh rakyat Inggris, terlebih kalangan kerajaan dan bangsawan.

Ide-idenya yang dianggap ‘konyol’, oleh sebagian kalangan pejabat kala itu dijadikan bahan ejekan. Hingga kehadiran Passepartout yang diperankan Jackie tanpa sengaja menjadi titik awal perlawanan ‘mimpinya’ dengan pejabat pemerintah kerajaan. Temuan-temuannya yang selama ini hanya tersimpan di laboratoium tuanya mulai diketahui publik. Meskipun publik saat itu masih mengacuhkan temuan Phileas seperti sepatu roda dan aplikasi mesin uap serta pembuktian bahwa manusia dapat melewati gerak kecepatan hingga 60 mil/jam tanpa mengalami gangguan sistem organ tubuh.

Salah satu mimpi besarnya yang saat itu dianggap ’sinting’ adalah tentang ‘manusia terbang’. Manusia yang dengan bantuan teknologi dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan udara sebagai jalur transportasi. Hingga pada suatu pertemuan ilmiah dengan klubnya di kementrian teknologi kerajaan, Phileas ditantang sang menteri untuk melakukan perjalanan ‘mustahil’ mengelilingi dunia yang harus ditempuh hanya dalam waktu 80 hari saja. Tempo yang tidak masuk akal di abad itu.

Tantangan dipenuhi oleh ilmuwan muda tersebut. Dengan bekal keyakinannya yang kuat dan dukungan penuh dari Passepartout, perjalanan itu pun akhirnya dimulai. Meski Passepartout memiliki misi tersendiri, namun perjalanannya bersama Phileas memunculkan petualangan menarik dan menegangkan. Singkat cerita, segmen terakhir dari perjalanannya Phileas, Passepartout dan gadis cantik kekasih Phileas, terancam tidak dapat sampai di London tepat waktu. Mereka berada di tengah lautan dimana mereka menumpang sebuah kapal layar yang kehabisan bahan bakar. Kondisinya pun makin terjepit.

Di langit lepas terbang beberapa burung elang yang mengepakkan sayap dengan tenang. Phileas memperhatikan dengan seksama. Inspirasinya muncul untuk mewujudkan ‘manusia terbang’ terbang sesuai dengan beberapa teori yang pernah dirancangnya dan teori tambahan yang didapatkan dari ilmuwan kembar yang ditemuinya dalam segmen perjalanan sebelumnya. Setelah kapten kapal yang ditumpanginya mengizinkan beberapa bagian kapal dipotong-potong untuk pembuatan ‘pesawat terbang’, maka dimulailah proyek tersebut. Alhasil, jadilah pesawat tersebut dan terbanglah ketiganya menuju London.

Masyarakat London ternganga menyaksikan ‘pesawat’ atau lebih tepat ‘layang-layang besar’ terbang cepat di angkasa. Saat benda besar itu mendarat tepat ditengah kerumunan, baru lah mereka menyadari bahwa Phileas si pemimpi gila telah berhasil membuktikan impiannya. Bahkan mimpi gilanya yang lain juga berhasil ditaklukan. Mengelilingi dunia dalam waktu 80 hari.

Kisah diatas memang hanyalah cerita dalam sebuah film. Namun, jika kita ambil pelajaran ilmiahnya maka cerita tersebut menggambarkan betapa se-’mustahil’ apa pun mimpi yang kita rancang hari ini adalah sebuah keniscayaan di masa yang akan datang. Bahkan kisah di atas tidaklah se-dahsyat kenyataan kehidupan kita yang sesungguhnya karena dunia nyata manusia telah mencapai tangga yang luar biasa. Dimana hari ini  manusia memiliki tidak sekedar ‘layang-layang raksasa’ tetapi pesawat-pesawat supercepat yang kecepatanya mendekati kecepatan cahaya. Oleh karena itu, kita memahami bahwa kemajuan peradaban kita hari ini adalah ‘kemustahilan’ di masa lalu. Demikian pelik dan penuh tantangan untuk mewujudkannya.

Mari mengambil pelajaran dari sekeliling kita. Cicak salah satunya, adalah binatang mungil yang dapat memberi hikmah yang sungguh luar biasa. Cicak merupakan salah satu jenis reptilia yang hidupnya merayap di atap atau dinding rumah dan batang pepohonan.

Ada satu hal istimewa pada cicak yang dapat kita petik pelajarannya. Sebagaimana diketahui bahwa santapan cicak adalah berupa serangga-serangga kecil yang cara hidupnya terbang dari satu tempat ke tempat lain, seperti nyamuk. Akan tetapi, pernahkan ditemui ada seekor cicak yang mati mengenaskan gara-gara kelaparan tidak mampu menangkap mangsanya? Yakin saja bahwa hal itu tak pernah terjadi. Padahal secara logika adalah hal yang tak mungkin seekor cicak yang hidup dengan cara ‘melekat’ pada sebuah dinding atau bidang harus memangsa hewan-hewan kecil yang jago terbang.

Kisah cicak ini selaras dengan alur cerita film Around The World in 80 days di atas. Manusia yang memiliki bekal ‘kesempurnaan’ sudah seharusnya lebih cerdas dalam mengejar mimpinya. Lebih ulet meniti tangganya dan lebih kuat menerjang batu penghalang demi mewujudkan impiannya. Seekor cicak tidaklah mungkin punya mimpi, akan tetapi kesulitan yang dihadapinya sudah menjadi rintangan alamiah yang harus dilalui untuk bertahan hidup.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita? Mencetak impian menjadi kenyataan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Juga butuh waktu yang tidak sekejap. Dan semuanya harus diperjuangkan untuk meraihnya. Sebab, tidak akan terasa manis secangkir teh yang hanya berasal dari teh saja, kecuali jika kita menuangkan beberapa sendok gula kemudian menyeduhnya. Artinya adalah, bahwa tanpa upaya dan kerja keras maka mimpi-mimpi itu hanya akan tinggal sekedar impian tanpa kenyataan.

Cerdas Mencari Jalan

Impian kesuksesan ibarat memimpikan pulau yang indah di seberang lautan. Keindahannya di pelupuk mata namun sulit untuk menggapainya. Apalagi dengan segudang keterbatasan yang menghantui fikiran kita. Jika sudah diketahui bahwa satu-satunya jalan mencapai pulau tersebut hanyalah dengan menyeberangi lautan, maka jangan sekali-kali Anda justru lari menuju puncak gunung menjauhi bibir pantai. Karena Anda tidak akan mungkin berjalan mendekati impian Anda.

Merenunglah sejenak dan cobalah untuk mengevaluasi, apakah tempat Anda berpijak berada di atas jalan menuju impian? Jika benar, maka teruslah melangkah meski sedikit demi sedikit. Namun jika ternyata Anda berpijak di luar jalan yang akan mengantarkan menuju impian, maka segeralah rubah pijakan Anda. Berpindahlah ke gerbong atau kereta lain yang tepat sesuai arah yang hendak dituju. Jangan manjakan rasa bimbang dan khawatir, karena kebimbangan dan kekhawatiran yang menjadi-jadi hanya akan menjegal langkah Anda. Berputar haluan dengan yakin dan langkah yang benar adalah kunci awal kesuksesan menggapai impian.

Jangan Pernah Melewatkan Kesempatan

Kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan peluang yang menghampiri kita. Dan peluang itu akan datang dari berbagai penjuru yang terkadang tidak kita sangka-sangka. Baik disebabkan karena buah kerja kita ataupun yang benar-benar tak terduga.

Jika kita telah merasa letih dan lapar, sedang peluh pun semakin membanjir, tidak ada ruginya kita mampir ke warung makan dipinggiran jalan. Kita harus mengisi bahan bakar dan memulihkan tenaga. Jangan sampai memaksakan diri karena justru dapat mengakibatkan kita celaka dan putus ditengah jalan. Bukankah di kantong kita masih ada perbekalan yang belum dimanfaatkan? Jangan pelit membelanjakan bekal untuk menguatkan diri menempuh perjalanan.

Apabila kita menyadari kekurangan diri, maka jangan pernah merasa sayang untuk membelanjakan bekal demi mengenyahkan keterbatasan-keterbatasan. Jika memang harus melalui pelatihan dan ujian yang menyedot bekal. Yang terpenting adalah kita paham kapan kita harus mengambil keputusan. Sehingga peluang-peluang untuk ‘menyempurnakan’ diri adalah bagian tak terpisahkan dari kesempatan yang harus kita jajaki.

Kita perlu menyadari, bahwa disekeliling kita begitu banyak orang-orang yang telah berhasil meraih mimpinya. Dan bisa jadi impian kita saat ini adalah impian-impian ‘usang’ yang pernah dilewati orang-orang tersebut dimasa yang telah terlewat cukup lama. Seandainya, dalam perjalanan langkah kaki kita ada orang yang berbaik hati menawarkan tumpangan maka jangan pernah sekalipun kita melepaskan peluang itu. Meski mungkin tumpangan tersebut tidak persis melewati tujuan kita, maka tidak ada salahnya memanfaatkannya sekedar untuk mendekatkan posisi kita ke pulau impian.  

Berani Mencoba Meskipun harus Gagal

Tidak jarang saat kita sedang duduk santai, tiba-tiba seekor cicak jatuh dari langit-langit ataupun dinding. Dan kita pun tidak jarang melihat seekor cicak yang berlari kehilangan ujung ekornya.

Begitulah. Mengejar impian mesti dilengkapi dengan keberanian mencoba dan tidak takut mengalami kekagalan. Jika luka-luka pengorbanan yang kita alami membuat diri kita tahu cara mengobatinya, maka tidak alasan untuk menjadi pengecut dan pecundang. Jika kegagalan kita membuka mata untuk lebih jelas melihat jalan dan cara menuju sukses, maka tidak ada tempat untuk menjadi seorang penakut.

Tidak ada seorang pun yang sukses tak pernah mengalami kegagalan. Karena kegagalan sering kali menjadi sebab seseorang menjadi lebih pintar dan sukses. 

Berjuang dengan Kawan yang Tepat 

Hidup kita tidaklah sendirian. Ada banyak orang disekeliling kita yang sejalan dengan langkah kita. Atau minimal ada kawan-kawan yang selalu senag hati membantu kita. Kisah Phileas, Passepartout, dan kekasih Phileas sedikit memberi ilustrasi betapa orang pentingnya keberadaan orang-orang di sekeliling kita. Orang-orang yang selalu siap memberi dukungan dan semangat di kala letih dan semangat.

Terlebih jika mereka adalah orang-orang yang memiliki kesamaan tujuan dengan kita. Tentu bahu-membahu adalah menjadi pilihan yang sangat tepat. Dan jangan sampai kita merasa sendirian ditengah-tengah kerumunan orang yang senang hati bergandengan tangan dengan kita menuju pulau impian.

Tergantung pada diri kita, mau dan tidak untuk mencetak impian. Dan cepat atau pun lambatnya juga kita sendiri yang memutuskan. Mulailah dan jangan berbalik ke belakang. Jangan setengah hati dan teruslah melangkah menuju pulau impian.

March 9, 2007

Dream and Dream

Filed under: Uncategorized

THE MIRACLE OF DREAMS

Oleh: Risyanto Aris (lifeskill motivator)

 
Dapat dibayangkan seandainya dunia ini diciptakan tanpa dilengkapi dengan mimpi. Akan terasa gelap dan statis, tidak ada dinamika maupun perubahan berarti. Dan mungkin saja keadaan hari ini tidak akan jauh berbeda dengan peradaban manusia ribuan tahun yang lalu. Dimana manusia masih hidup primitif, nomaden, miskin budaya dan demikian kuat ketergantungannya dengan alam sekitar. Sehingga ketika alam sedang tidak berbaik hati, maka terancamlah eksistensi komunitas manusia tersebut.

Bagaimana jika tidak ada mimpi Michael Faraday, pria tekun yang dilahirkan dari keluarga miskin di Newington, Inggris, tahun 1791. Sosok yang dikenal dengan teori ‘Hukum Faraday’nya itu adalah penemu dasar motor listrik yang dikemudian hari menjadi ‘jiwa’ alat dan mesin canggih yang digunakan hingga saat sekarang ini.

Atau pula seandainya tidak ada mimpi pria jenius kelahiran Ohio, Amerika Serikat, di tahun 1847, Thomas Alpha Edison, maka hingga hari ini dunia akan terkungkung dalam kegelapan. Akan tetapi Edison muda telah membuat sebuah ‘keajaiban’ besar. Edison berhasil menciptakan lampu pijar impiannya sebagai babak baru peradaban dunia. Tidak hanya sekedar dapat memenuhi penerangan untuk kebutuhan rumah tangga, setelah penemuan besarnya itu terbukalah gelombang industrialisasi besar-besaran. Disamping itu, Edison juga menghasilkan temuan-temuan penting lainnya seperti piringan hitam dan mesin telegram. Sehingga tidak sekedar seorang penemu, akan tetapi dirinya juga dikenal sebagai tokoh jenius seribu temuan. 

Dua contoh di atas mungkin terlalu juah untuk dapat kita jadikan contoh. Namun yang paling penting dari kisah di atas adalah bagaimana kita bisa meyakini bahwa keberhasilan hari ini adalah mimpi-mimpi besar di masa lalu orang-orang yang tekun dan pantang menyerah.

Disamping itu, banyak sekali kisah sukses dari para pengusaha besar yang patut dijadikan inspirasi. Perjalanan pengusaha-pengusaha nasional seperti Martha Tilaar, Ciputra, Rahmat Gobel, dan lain-lain, mesti dapat menjadi motivasi untuk terus berjalan maju. Perjalanan bisnis mereka bukan saja tanpa hambatan. Karenanya, jatuh bangun meraih cita-cita adalah satu hal yang lazim. Sebab keberhasilan bukanlah jalan yang tanpa aral melintang. Kekuatan ‘dream’ itu lah yang mendongkrak tekad hingga menjadikan para pemiliknya orang-orang yang pantang menyerah.

Janganlah ragu untuk mulai merangkai mimpi. Karena mimpi itulah yang telah menjadi pangkal keberhasilan-keberhasilan pada hari ini. Sebagaimana mimpi Edison muda yang telah berhasil mengantarkan dunia ini memasuki era baru. Era yang terlepas dari kegelapan dan era munculnya karya-karya besar lain sebagai buah temuan pentingnya.

Begitu ajaibkah ‘dream’ atau mimpi bagi setiap orang? Dalam hal ini mimpi yang dimaksud adalah cita-cita besar, tujuan besar, dan hasrat yang senantiasa tertancap kuat dalam jiwa seseorang. Yaitu, cita-cita atau tujuan yang menjadi target untuk terus menerus diburu hingga dapat diraihnya. Mimpi itulah yang membuatnya tidak peduli meski harus menempuh jalan yang panjang lagi terjal, seberapa pun jauh dan seberapa pun besar kesulitannya. 

Dengan mimpi itu seseorang termotivasi untuk terus berusaha keras, bergelut dengan waktu dan tak lengah menangkap peluang. Dan dengan mimpi itu pula seseorang merancang jalan hidupnya, menentukan strategi dan mengatur langkah.  

Mimpi adalah langkah awal keajaiban

Dunia mimpi memang dunia imajinasi. Dunia yang terlukis hanya dengan detikan syaraf-syaraf otak. Akan tetapi justru dari mimpi inilah seseorang mulai melakukan sesuatu. Seorang pelukis tidak akan mungkin menorehkan goresan tinta pertamanya di atas kanvas sebelum bayangan abstrak terbentuk sempurna dalam benaknya. Bayangan atau imajinasi yang hendak dituangkannya tersebut merupakan bentuk mimpi sang penulis. Ketika gambar dalam benaknya telah terbentuk dengan kuat, maka tangannya pun akan semakin lincah menggoreskan warna demi warna membentuk sebuah lukisan.

Demikian juga dengan jalan hidup seseorang, apa yang akan teraih di masa mendatang pasti merupakan ujung dari sentuhan terakhir goresan lukisannya yang dimulai saat ini. Dan sukses di kemudian hari adalah visualisasi dari mimpi sukses yang telah dicanangkan jauh-jauh hari.

Mimpi adalah alasan tepat untuk terus bergairah

Apa yang terjadi seandainya seorang penjaga gawang cepat putus asa gara-gara jaringnya bergetar oleh bola lawan? Kemungkinan yang tarjadi adalah kekalahan demi kekalahan akan didapatkannya karena sudah patah arang dan tidak cermat lagi menjaga gawang. Kemungkinan berikutnya sang keeper akan digantikan orang lain yang lebih tekun dan bersemangat.

Jatuh bangun dan kegagalan dalam mengejar kesuksesan adalah hal yang biasa dalam sebuah proses. Karena kegagalan sangat mungkin terjadi akibat ketidaktepatan mengatur strategi, bukan dari kesalahan seseorang dalam merangkai ‘dreams’. Seorang penjaga gawang terbaik pun bukanlah goal keeper yang tak pernah kebobolan jaring gawang-nya. Tetapi tidak sekedar kemampuannya dalam menjaga gawang, ia juga seorang yang selalu memberikan usaha terbaiknya untuk menyelamatkan tim dari kekalahan. 

Hanya impian untuk menang di akhir pertandinganlah yang mendorong seorang penjaga gawang terus berjibaku menangkis bola-bola yang terlontar kepadanya. Sebagaimana sebuah ‘dream’ yang membuat seseorang terus bergairah menjalani jalan panjang perjuangan.

Mimpi merupakan energi yang menggerakkan

Mimpi ibarat bahan bakar. Ketika terus ‘terisi’ maka output yang terjadi adalah seseorang akan terus bergerak dalam mengejar kesuksesan demi kesuksesan. Ritme kenerjanya pun akan bertambah kencang pada saat ‘lukisan’nya semakin kuat dan tampak nyata. Tetapi sebaliknya, apabila tidak dijaga dengan baik maka lambat laun upaya yang dilakukan akan mengendur hingga bahkan hilang seiring hilangnya impian. Maka, jangan pernah surut untuk merenda impian!

Tak dapat dipungkiri jika ‘dream’ atau mimpi adalah bagian alamiah yang dimiliki setiap orang. Oleh karena itu, harus dimengerti bahwa mimpi yang ada dalam setiap diri seseorang adalah suatu modal yang sangat besar. Tanpa mimpi seseorang tidak akan menjadi manusia seutuhnya yang mampu berkembang dan menelurkan prestasi besar. Tanpa mimpi manusia akan mengalamai stagnasi peradaban. Dan tanpa mimpi manusia jauh dari keberhasilan dan kesuksesan.

March 7, 2007

Meledakkan Potensi

Filed under: Uncategorized

MELEDAKKAN POTENSI DIRI

Oleh: Risyanto Aris (lifeskill motivator)

 
Setiap orang mengakui dan menyadari bahwa manusia diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu manusia pun yang dilahirkan ke dunia ini dengan tanpa kemampuan dan kelebihan, meski tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki banyak kekurangan.

Tuhan menciptakan manusia penuh keadilan dan keseimbangan, walaupun sebagian kecil diantaranya ’seolah’ diciptakan dengan seribu satu cacat dan kekurangan. Hal itu hanya merupakan sarana pengingat bagi manusia lain yang tercipta dengan kelengkapan fisik agar bersyukur dan mau memberdayakan potensi ‘kesempurnaannya’ ke arah yang lebih baik. Banyak contoh yang bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil kabaikan di dalamnya.

Tidak sedikit hidup ditengah masyarakat orang-orang yang cacat secara fisik tetapi mampu mandiri dan bahkan membuat prestasi yang terkadang melebihi orang normal kebanyakan. Diantara mereka ada yang berprestasi dan menjadi terkenal baik lewat seni, teknologi, atau karya-karya lain yang membuat hidup mereka terdongkrak dan lebih bermakna. Kelemahan tidak menghalangi mereka untuk berbuat lebih baik dan istimewa.

Wajah yang tidak ‘menjual’ karena tidak tampan atau tidak cantik juga tidak selalu menjadi kekurangan. Banyak entertainer yang kurang tampan dan kurang cantik tetapi meraih kesuksesan, baik dari sisi finansial maupun ketenaran. Karena sebagian kekurangan dari fisiknya justru menjadi aset rmiliaran rupiah.

Seringkali kita merasa bahwa diri kita adalah seorang yang tidak memiliki potensi apa-apa. Atau jika sedikit menyadari kalau ada sesuatu yang positif pada dirinya, terkadang merasa bahwa itu semua masih terlalu kecil untuk melejitkan diri menjadi seorang yang sukses. Apalagi untuk sampai kepada berlimpahnya kesenangan dan kekayaan. Sepertinya masih jauh sekali dan sangat tidak mungkin.

Belum lama ini kita dikejutkan kembali dengan bencana banjir yang ‘menenggelamkan’ Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Air bah menggelontor seakan tidak ada habisnya menggenangi hampir setiap sudut kota. Arus transportasi dan denyut perekonomian macet total. Perkantoran dan perusahaan pun sebagian besar tutup. Disamping itu, dibeberapa tempat listrik dan sambungan telepon pun mati. Tak pelak kerugian materi melayang luar biasa besarnya.

Alam selalu menunjukkan inspirasi yang luar biasa. Bukan kepada persoalan banjirnya, apalagi imbas kerusakannya. Tetapi coba perhatikan di atas sana. Terbentang langit biru yang demikian luas tanpa penopang, yang tersusun atas lapisan-lapisan. Lalu apa kaitannya antara langit biru dan banjir bandang? Memangnya ada apa dengan langit?

Jutaan galon air yang menggenangi Jakarta hingga menutupi atap rumah di titik-titik tertentu itu tidak lah datang secara tiba-tiba. Air tersebut juga tidak datang sekonyong-konyong menyembur dari dalam bumi. Apalagi keluar dari lereng-lereng gunung dalam jumlah sebanyak itu. Akan tetapi, air itu merupakan kumpulan rintik hujan yang mengguyur daratan. Dan tetes air hujan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari langit.

Bisakah dibayangkan seandainya, jutaan galon air yang menggenangi Jakarta beberapa saat lalu itu dalam bentuk fisiknya yang sama dengan genangan air banjir melayang-layang di udara? Atau bagaimana seandainya hujan turun tidak dalam wujud rintik air yang jatuh satu demi satu tetapi bagai air terjun yang jatuh dari langit? Dapat dipastikan akan timbul puluhan ribuan korban terkapar dan kerusakan bangunan-bangunan

Air bah di atas hanyalah berawal dari kumpulan partikel air yang menguap ke atmosfir bumi oleh terik matahari Melayang-layang dengan ringannya.Jutaan triliun partikel itu oleh proses kondensasi alami menyatu satu dengan yang lainnya. Bergerak dalam bentuk awan yang bergumpal-gumpal dari satu tempat ke tempat lainnya. Hingga pada satu kondisi tertentu jatuhlah kumpulan awan itu ke bumi dalam bentuk rintik hujan. Suatu proses yang demikian sederhana, akan tetapi sedikit orang mampu menangkap pesan eksplisit yang luar biasa. Kenapa tidak belajar dari kisah banjir dan langit diatas?

Partikel air yang menguap dan melayang-layang di udara itu ibarat potensi yang ada dalam diri kita. Sangat kasat mata dan sulit kita sadari keberadaannya. Hal ini menyebabkan lemahnya kemauan seseorang untuk mengolah apa yang dimilikinya menjadi jalan meraih keberhasilan. Apalagi agar lebih dari itu, yaitu mencapai kelimpahan kekayaan dan kesuksesan. Sepertinya sesuatu yang sangat tidak mungkin. Karena mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya tidaklah berarti dan tidak mencukupi untuk melakukan ledakan kesuksesan.

Bukankah partikel air yang demikian kecil mampu mendatangkan banjir bandang? Sungguh alam telah memberi inspirasi bagaimana meledakkan potensinya. Oleh karena itu, kita hanya perlu menggali dan berfikir apa yang harus dilakukan untuk dapat meledakkan potensi diri kita? Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:

1. Mulailah dengan Mengenali Potensi Diri.

Mulailah mengenali kelebihan positif yang ada dalam diri. Sekecil apapun itu adalah aset yang sangat bernilai buat kita. Apalagi, kita harus meyakini bahwa potensi yang sesungguhnya kita miliki jauh lebih banyak dari apa yang kita sadari. Oleh karena itu, kelebihan yang kita sadari hendaknya bisa menjadi pembuka bagi potensi-potensi lain yang masih berserakan.

2. Mulailah Mengasah dan Menata Potensi.

Jangan ragu untuk mulai melakukan tindakan besar dari apa yang kita miliki. Seekor anak kucing yang baru dilahirkan pun tak pernah surut me-’ngeong’ dengan mulut yang dimilikinya. Ia juga tak pernah patah semangat untuk mulai terus merangkak dengan kaki dan cakar mungilnya. Begitu pula seekor anak unta yang sudah mulai bisa berjalan di hari pertama kelahirannya. Rasanya terlalu berlebihan jika seorang manusia yang dibekali dengan akal dan pikiran terlalu cepat menyerah.

Potensi yang ada memang harus kita tata dengan baik. Sebab, seberapa besar yang bisa kita perbuat tergantung dari kerapian menata potensi diri. Kita perlu mempersiapkan alat bantu untuk mulai langkah pertama memberdayakan potensi kita ke ranah publik. Dengan penataan yang optimal, yakinlah bahwa kemampuan diri kita akan diakui dan diterima oleh orang lain. 

3. Mengatur Strategi Pemberdayaan.

Kita tidak perlu menunggu sampai memiliki mobil untuk dapat menaiki mobil. Dan kita pun tidak harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk memulai usaha. Karena yang kita perlukan adalah mengatur strategi memberdayakan potensi yang kita miliki.

Menyinggung kisah hujan di atas, proses turunnya rintik hujan ke bumi pun dapat kita ‘maknai’ sebagai sebuah strategi. Air hujan turun ke bumi dalam rupa rintik-rintik air yang sangat banyak, merata, dan secara ‘bertubi-tubi’ serta berkesinambungan. Bukan dalam bentuk aliran air sebagaimana air terjun yang deras meluncur dari ketinggian. Atmosfir perlu energi yang sangat besar untuk mendorong terjadinya proses kondensasi alamiah dari partikel air menjadi butiran air. Apalagi untuk menjadi aliran air seperti aliran air di sungai, tentu butuh waktu yang sangat lama dan barangkali ‘tidak mungkin’.

Maka, kita pun dapat memahaminya dengan pelajaran yang sama. Kita dapat memberdayakan potensi kita dengan apa yang benar-benar dapat dan mampu kita lakukan. Tidak mengapa dari hal-hal yang kecil asalkan konsisten dan terus menerus. Karena lantai ke-100 tak akan mungkin ada tanpa lantai pertama.

4. Mengembangkan Lintas Potensi

Keberhasilan-keberhasilan kecil yang dapat dengan mudah kita raih, sudah barang tentu akan membuat kita lebih percaya diri dan menjadi lebih yakin untuk melakukan aksi yang lebih besar. Di lain hal, kita juga akan semakin mudah membaca potensi-potensi kita yang lain. Sebagaimana langkah awal, maka kita dapat mengasah dan mengoptimalkan hal-hal positif yang kian kita sadari ada pada diri kita. Dan bukan tidak mungkin, kesuksesan-kesuksesan yang lain pun akan dapat kita raih. 

5. Melakukan Sinergi Dahsyat 

Ini adalah langkah klimaks untuk menentukan langkah besar. Hanya dengan langkah besar saja tujuan besar dapat kita raih. Tidak sedikit kisah sukses seseorang tertopang oleh keberhasilan-keberhasilannya dalam beragam bidang. Seorang entertainer kondang dengan keseriusannya dapat sukses membuka usaha resoran. Atau seorang pemilik usaha bakso dapat untung besar karena berhasil menulis buku fenomenal.

Selalu ada nilai positif ketika dapat menggabungkan potensi dan kelebihan yang kita miliki. Sebagaimana 2 orang akan lebih baik dari satu orang, dan 5 orang akan lebih baik dari 3 orang. Maka harus yakin bahwa sinergi dari ragam kemampuan yang kita punyai akan menjadi ledakan dahsyat. 

Dari ulasan di atas dapat ditemukan benang merahnya. Bahwa ledakan kesuksesan hanyalah merupakan salah satu klimaks tangga keberhasilan yang dapat kita raih ketika dapat men-sinergikan semaksimal mungkin potensi-potensi yang kita miliki. Dan ledakkan kesuksesan tidak mungkin dapat kita raih tanpa usaha sungguh-sungguh untuk meledakkan segenap potensi diri. Oleh karena itu, segeralah mengatur langkah untuk memulai langkah pertama meledakkan potensi!






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer