Mengelola Rutinitas
MENGELOLA RUTINITAS MENJADI POTENSI KESUKSESAN
Oleh: Risyanto Aris (Life Skill Motivator)
Rutinitas tidaklah sama persis dengan ketekunan, tetapi rutinitas tidak juga sama dengan monoton. Pada hakekatnya rutinitas adalah sebuah aktivitas yang dilakukan berulangkali dalam tempo yang cukup panjang. Rutinitas acapkali menjadi momok yang seolah tidak dapat kita hindari dan terpecahkan, karenanya mesti diarahkan agar dapat menjadi sebuah potensi besar untuk menata kesuksesan.
Rutinitas harus dipahami sebagai suatu proses yang tidak mungkin ditinggalkan. Sebab rutinitas sebenarnya adalah rangkaian kebutuhan, kepentingan, sarana pematangan dan jalan optimalisasi kemampuan untuk meraih apa saja yang kita inginkan. Sehinggaa,rutinitas harus dijadikan sebagai sebuah tantangan yang harus kita kendalikan. Oleh karena itu, bagaimana langkah kita mengelola rutinitas agar menjadi sebuah potensi besar untuk meraih tangga kesuksesan? Berikut ini adalah beberapa tips yang tepat untuk dijalankan:
1. Menentukan target akhir
Baik perorangan maupun kelompok, dalam kehidupan ini harus memiliki tujuan akhir yang besar. Tujuan yang membuat tiap orang memiliki ‘nafsu’ untuk tetap hidup dan berkembang, memiliki motivasi yang menjadikannya siap berjibaku dengan rintangan, dan memiliki spirit untuk mendobrak kepenatan serta gejala keputusasaan.
Sebuah teori mengatakan ‘thinking begin in the end’ atau berfikirlah mulai dari titik akhir, maka Anda sedang melangkah di jalan yang tepat. Dalam sebuah perjalanan jauh, sangat berbeda antara orang yang sudah punya tujuan akhir kepergiannya "Saya akan pergi ke Danau Toba di Medan" dibandingkan dengan orang yang baru sampai pada "Saya akan melakukan perjalanan jauh".
Bagi orang yang sudah menetapkan tujuan akhir meski berbagai rintangan menghadang di tengah jalan, maka instingnya akan terus mendorong untuk menemukan jalan keluar. Ketika hujan, akan sedia payung. Atau seandainya jembatan yang harus dilaluinya putus, maka akan berbelok mencari jalan alternatif. Atau seandainya tersesat, dia akan terus mencari jalan menuju tempat yang dituju. Dan dirinya tidak bosan-bosan duduk lama di depan kemudi menarik gas, menginjak rem dan memutar stir kekanan dan kekiri.
Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki tujuan, maka sedikit kerikil saja akan membuat dirinya mengurungkan niat melangkah maju.
2. Menbuat schedule dengan target-target antara
Coba bayangkan seandainya Anda mencukupkan diri duduk termangu di atas kursi menunggu sore hari. Kemudian Anda juga melakukan hal yang sama untuk menanti pagi hari, sementara hari pernikahan Anda masih 3 pekan lagi? Sedangkan Anda sedikitpun tidak melakukan tindakan yang berarti. Padahal Anda juga belum melakukan persiapan apa pun. Tentu hari yang dinanti-nanti hanya akan menjadi mimpi buruk yang tak pernah dapat Anda maafkan.
Naluri alamiah kita sudah memberikan tuntunan, bahwa banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menyongsong hari pernikahan yang sukses dan bersejarah. Ada undangan yang harus segera selesai 2 pekan sebelum hari-H, dan harus tersebar maksimal 1 pekan sebelum hari-H. Harus ada cincin kawin yang harus sudah disiapkan untuk mempelai wanita pada saat pengucapan janji di depan saksi, dan lain-lain.
Ilustrasi sederhana di atas sesungguhnya adalah sebuah rangkaian target-target kecil yang harus dilakukan untuk menuju tujuan akhir yang besar. Jika tidak, maka jangan harap tujuan besar yang kita inginkan akan dapat diraih.
3. Membuat ornamentasi aktivitas
Harus disadari bahwa hari ini tidak akan mungkin sama persis dengan hari kemarin. Juga hari esok tidak akan mungkin akan sama persis dengan hari ini. Jutaan orang yang hidup pada masa sekarang ini tidak ada satupun yang sama persis dengan orang-orang yang pernah hidup di masa lalu.
Alam saja memberikan sebuah contoh yang mestinya bisa kita maknai. Alam menjalani waktu yang sama dengan manusia, melalui siang dan malam selama 24 jam sehari. Dan alam ini sudah menjalani rutinitas itu sejak awal keradaannya. Tapi, perhatikanlah! Sekali waktu alam menghiasi dirinya dengan hujan, di waktu yang lain dengan sinar matahari yang sangat terik, bahkan sekali waktu dengan letusan gunung berapi, topan, badai, dan bahkan banjir bandang. Kemudian alam pun menampakkan keindahannya sebagaimana kita lihat pada hari ini.
Maka kita perlu menghias rutinitas kita dengan sesuatu yang menarik, yang membuat kita terus bersemangat dan memiliki ambisi. Mungkin sekali waktu dengan berangkat ke tempat pekerjaan lebih pagi dari biasanya? Atau dengan mengganti foto keluarga diatas meja kerja Anda? Atau coba Anda pampang besar-besar tulisan mimpi-mimpi besar yang ingin Anda raih di tahun in? Atau apa saja karena rutinitas tidaklah sama dengan monoton.
4. Melakukan evaluasi berkala
Evaluasi mutlak diperlukan. Karena jalan yang kita lalui tidak selamanya mulus. Banyak aral melintang yang harus cepat disikapi dan ditemukan solusinya. Dengan cara mengevaluasi juga membuat kita waspada untuk tidak melakukan kesalahan berulangkali.
Disamping itu, kekurangan-kekurangan yang ditemukan harus menjadi bahan perumusan untuk melakukan tindakan berikutnya. Sehingga rutinitas yang dilalui menjadi hidup dan mengarah kepada apa yang diinginkan.
5. Melangkah dari sisi lain